Bagaimana Pesawat Udara Bisa Terbang

Secara kodrati manusia diciptakan untuk hidup di darat. Manusia tidak memiliki alat gerak yang bisa digunakan untuk terbang. Namun, burung-burung yang dapat terbang bebas di angkasa telah memberi inspirasi bagi manusia untuk menjelajah lebih jauh dari habitatnya. Kemampuan untuk terbang bebas di angkasa menjadi suatu simbol kebebasan dan lepas dari belenggu gravitasi.

Pada awalnya manusia menganggap bahwa untuk bisa terbang maka kita harus melakukannya sebagaimana burung terbang. Dan satu-satunya cara adalah dengan mengepakkan sayap seperti halnya burung. Atas dasar itu lah kemudian bermunculan para peloncat-peloncat menara dengan desain sayap yang mereka ciptakan sendiri. Mereka tidak hanya satu, tapi puluhan, dengan satu mimpi yang sama: terbang. Namun malang, tak ada satupun yang berhasil. Bahkan lebih banyak yang justru menemui ajal.

Orang sekaliber Leonardo da Vinci pun ikut terbawa oleh euforia impian terbang. Da Vinci pernah manciptakan suatu desain mesin terbang yang disebut ornitopter. Meskipun bukan alat yang berhasil membuat manusia dapat terbang, namun saya sangat kagum dengan desain ini. Berbeda dengan para peloncat menara, da Vinci tidak lah bodoh. Sebelum desainnya direalisasikan, ia segera meyadari bahwa tidak mungkin manusia -dengan tenaga yang dimilikinya- bisa melakukan pengendalian, mengepakkan sayap, dan navigasi dalam waktu bersamaan. Banyak waktu yang ia curahkan untuk sekedar mempelajari bagaimana burung-burung terbang.

Suatu pernyataan da Vinci yang begitu visioner adalah metode separasi. Sekitar 1500 tahun yang lalu da Vinci telah mengemukakan bahwa untuk bisa terbang cukuplah dilakukan dengan sayap tetap dan memberinya gaya dorong. Hal ini didasari dari hasil pengamatannya dari teknik burung untuk terbang. Menurutnya, sayap burung terdiri dari dua bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Bagian pangkal sayap burung yang relatif tetap (fixed) berfungsi membangkitkan gaya angkat. Sedangkan bagian ujung sayap burung berfungsi untuk mengepak dan membangkitkan gaya dorong. Separasi gaya menjadi gaya angkat dan gaya dorong inilah yang sampai sekarang dipakai untuk menciptakan mesin terbang.

Lalu bagaimana pesawat udara dapat terbang? Adalah suatu yang salah jika kita berfikir bahwa mesin (engine) lah menyebabkan pesawat dapat terbang. Pada dasarnya, sayap lah yang memberi gaya angkat yang dibutuhkan untuk terbang, sedangkan engine hanya memberi gaya dorong (thrust) untuk bengerak maju. Jadi, kesimpulan mudahnya adalah bahwa pesawat udara (bukan pesawat antarikasa) dapat terbang karena memiliki sayap.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana gaya angkat (lift) dapat terbangkit di sayap? Secara mudah dapat dijelaskan bahwa gaya angkat terbangkitkan karena ada perbedaan tekanan di permukaan atas dan permukaan bawah sayap. Bentuk airfoil sayap diciptakan sedemikian rupa agar tercipta karakteristik aliran yang sesuai dengan keinginan. Singkatnya, gaya angkat akan ada jika tekanan dibawah permukaan sayap lebih tinggi dari tekanan diatas permukaan sayap. Perbedaan tekanan ini dapat terjadi karena perbedaan kecepatan aliran udara diatas dan dibawah permukaan sayap. Sesuai hukum Bernoulli semakin cepat kecepatan aliran maka tekanannya makin rendah. Besarnya gaya angkat yang dibangkitkan berbanding lurus dengan Luas permukaan sayap, kerapatan udara, kuadrat kecepatan, dan koefisien gaya angkat.

Jadi, untuk pesawat udara, engine berfungsi memberikan gaya dorong agar pesawat dapat bergerak maju. Akibat gerak maju pesawat maka terjadi gerakan relatif udara di permukaan sayap. Dengan bentuk geometri airfoil tertentu dan sudut serang sayap (angel of attack) tertentu maka akan menghasilkan suatu karakteristik aliran udara dipermukaan sayap yang kemudian akan menciptakan beda tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap yang kemudian membangkitkan gaya angkat yang dibutuhkan untuk terbang.

About these ads

68 Balasan ke Bagaimana Pesawat Udara Bisa Terbang

  1. Chafid Subekti mengatakan:

    Sebelumnya perkenankan saya memperkenalkan diri saya ya… Nama saya Chafid Subekti, seorang mahasiswa Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. saya hanya ingin menanggapi terhadap tulisan yang menyatakan bahwa pesawat dapat terbang disebabkan karena adanya perbedaan tekanan sehingga dalam perhitungan matematisnya dapat digunakan Hukun Bernaulli, tapi sejujurnya dari Kuliah yang saya dapatkan di Jurusan saya yaitu Mekanika Pesawat Terbang, diungkapkan bahwa pesawt bisa terbang tidak lain dikarena suatu gaya yang saling aksi dan bereaksi, dengan kata lain, pesawat terbang itu merupakan aplikasi dari Hukum III Newton tentang Gerak bukan Prinsip Bernaulli, di mana suatu benda jika diberi gaya aksi maka akan melawan dcengan gaya reaksi. dalam hal ini gaya aksi yaitu gerak (tekanan) udara yang berasal dari permukaan airfoil (bentuk sayap) bagian atas yang menekan airfoil ke bagian bawah dengan tekanan Beribu-ribu ton udara, sehingga karena pada bagian bawah airfoil tertekan oleh ribuan ton udara dari atas airfoil maka secara matematis (dari Hukum III Newton) bagian bawah airfoil tersebut harus melawan tekanan dari atas airfoil tersebut. dan tekanan dari bawah inilah (gaya reaksi) yang menyebabkan pesawat bisa terbang, dan selanjutnya di sebut gaya drag……..
    maaf….maaf klo dari penjelasan saya ada yang salah, tujuan saya hanyalah berdiskusi semata……

    • aryo mengatakan:

      pesawat bisa terbang karena kuasa ALLAH SWT…..heheheheh

      • imullyiea@yahoo.com mengatakan:

        ass..wr..br..setelah saya membaca bagaimana pesawat itu bisa terbang dari penjelasan saudara tersebut.sekarang saya ingin bertanya tentang pesawat terbang lagi.mengapa pesawat terbang itu sebelum mengudara harus berjalan di tempat yang lurus dulu kemudian naik ke atas?mengapa tidak langsung aja ke atas tanpa berjalan di tempat yang lurus????mohon pertanyaan saya di pahami dan di jelaskan.sekian dan terima kasih

      • Fariz mengatakan:

        untuk imullyiea : pesawat terbang harus lepas landas dari tempat yang lurun/ datar karena mesin pendorong untuk mengankat pesawat tersebut berada pada posisi horizontal

  2. azki hakim mengatakan:

    Terima kasih atas respon yang Anda berikan. Tulisan yang saya posting sebisa mungkin saya gunakan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.
    Tentunya pesawat dapat terbang terbang karena ada gaya yang mengangkatnya.
    Disini banyak hukum fisika yang berlaku, dan tentu saja hukum newton.
    Yang saya tangkap dari komentar Anda, jika terjadi gaya aksi-reaksi, bukankah gaya reaksi akan sama besar dengan gaya aksi? Hukum III Newton : F aksi = F reaksi. Jika sama besar, maka tidak ada gaya angkat terjadi karena F aksi = F reaksi, berlawan arah, resultan gaya nol.
    Hal penting yang perlu saya koreksi, gaya angkat disebut lift, arahnya tegak lurus vektor kecepatan ( V free stream) ke arah sumbu y positif. Sedangkan drag adalah gaya hambat, arahnya sejajar vektor kecepatan ke arah sumbu x positif.
    Gaya angkat yang ditimbul sangat relevan kita tinjau dari segi aerodinamika. Berikut penjelasannya:
    Asimsi : airfoil asimetris, karena jika airfoil simetris pada sudut serang (angle of attack) nol derajat tidak terbangkit gaya angkat. Aliran udara dari kiri ke kanan.
    Aliran udara terbagi menjadi 2 di leading edge (ujung depan airfoil), bergerak mengikuti kontur airfoil dan bertemu kembali di trailing edge (ujung belakang airfoil). Akibat pebedaan sudut datang aliran di trailing edge, akan timbul starting vortex (pusaran awal), berlawan arah putar jarum jam. Agar tetap memenuhi hukum kekekalan momentum, harus ada pusaran yang melawan starting votex. Maka pada airfoil timbul bound vortex (pusaran melekat) yang searah putar jarum jam –menurut teorema Kutta-Joukowsky disebut sirkulasi–. Akibat adanya bound vortex, aliran udara dipermukaan airfoil dipercepat dan aliran udara dibawah permukaan airfoil diperlambat (V atas > V bawah).
    Pebedaan kecepatan aliran inilah yang mengakibatkan perbedaaan tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah airfoil (P atas lebih kecil dari P bawah). Sesuai hukum Bernoulli bahwa tekanan berbanding terbalik dengan kecepatan aliran. Dan akhirnya terbangkit gaya angkat, lift (L).
    L = 0.5*rho*v^2*S*Cl
    rho kerapatan udara, v kecepatan, S luas sayap, Cl koefisien gaya angkat.

    Senang berdiskusi dengan Anda. :)

  3. agus mengatakan:

    send donk

  4. Perkenankan saya ikut ambil bagian. Pertama-tama, salam kenal, saudara Azki. Saya, Inu, penikmat fisika. Dulu saya sempat tak suka fisika, tetapi kini mulai makin suka.

    Menurut apa yang pernah saya pelajari dari beberapa jurnal tentang gaya angkat sayap pesawat terbang, gaya angkat sayap pesawat itu timbul sesuai hukum Newton ke tiga (hukum aksi-reaksi) seperti telah dijelaskan oleh saudara Chavid. Dapat saya nyatakan dengan cara lain bahwa aliran massa udara di bagian atas sayap yang terbelokkan ke arah bawah-belakang sayap seturut efek coanda telah memberikan gaya (aksi) pada aliran massa udara di bagian belakang-bawah sayap tersebut. Juga, akibat efek coanda, permukaan atas sayap pun telah memberikan gaya (aksi) pada massa udara yang dibelokkannya tadi. Akibatnya, sayap akan mendapatkan gaya angkat dan pesawat dapat terbang.

    Ada dua pengertian yang perlu saya tambahkan sebagai pengetahuan kunci agar penjelasan di atas dapat dipahami, yaitu efek coanda dan hukum aksi-reaksi. Pertama, efek coanda adalah peristiwa cenderung mengalirnya zat alir (fluida) mengikuti kontur permukaan benda yang dialirinya. Sedangkan mengapa zat alir mengalir mengikuti kontur permukaan tersebut tentunya terkait dengan adanya gaya adhesi (gaya tarik-menarik antara molekul-molekul yang berbeda jenis) antar permukaan sayap dan aliran udara. Kedua, hukum aksi-reaksi menyatakan tentang keberlakuan kenyataan bahwa bila suatu benda mengerahkan gaya (aksi) pada benda lain, maka benda lain akan mengerahkan gaya (reaksi) pada benda pertama tersebut dengan besar gaya yang sama besar, tetapi dengan arah yang berlawanan. Jadi, gaya (aksi) dan gaya (reaksi) tidak bekerja pada benda yang sama, tetapi pada benda yang berbeda. Jika kedua gaya tersebut bekerja pada benda yang sama, maka resultannya akan nol. Bukan ini yang dinyatakan oleh Newton dalam hukum aksi-reaksi.

    Penjelasan tentang gaya angkat sayap pesawat dapat saudara pelajari salah satunya melalui : http://www.allstar.fiu.edu/aero/airflylvl3.htm

    Demikian komentar saya, mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan.

  5. azki hakim mengatakan:

    Terima kasih saudara inu atas tambahan ilmunya. SAlam kenal juga :)
    Perbandingan lift generation versi Newton dan Bernauli dapat dilihat di http://www.grc.nasa.gov/WWW/K-12/airplane/bernnew.html

    Oya, tulisan saya diatas mengacu referensi Diktat kuliah Pengantar Teknik Penerbangan, Said D Jenie. Saya lupa mencantumkan.

  6. denioctora mengatakan:

    kesimpulannya gaya angkat (lift) pada pesawat dapat terjadi karena perbedaan tekanan udara pada permukaan atas dan permukaan bawah sayap pesawat. dimana tekanan pada permukaan bawah sayap pesawat lebih tinggi daripada tekanan permukaan pesawat

    tolong dong jelaskan lagi mengenai mengapa dapat terjadi tekanan yang lebih tinggi dan lebih rendah..serta hukumnya?

  7. sarah mengatakan:

    makasih banyak yaaa..
    berguna bgt buat tugas sekolahquu..

  8. ryan aji mengatakan:

    assalamualikum..perkenalkan nama saya ryan aji. saya adalah salah satu dari ribuan orang yang gemar terhadap fisika, hingga sekarang saya masuk fisika UPI,.saya sangat tertarik sekali tentang artikel gaya angkat pesawat terrbang ini. menurut yang saya pelajari, benar apa yang diakatakan oleh saudara azki hakim bahwa gaya angkat pesawat terbang itu terjadi karena perbedaan tekanan udara disekita sayap pesawat. sayap pesawat di rancang sedemikian rupa sehingga tekanan udara dibawah sayap pesawat lebih besar dari pada tekana udara di bagian atas pesawat. hal ini dapat dilihat dari desain sayap pesawat terbang.benar seakli didikatan bahwa kecepatan udara yang besar akan menyebabakan tekana udara yang kecil. dibagian sayap pesawat ada suatu bagian (lupa apa namnya)yang dapat bergerak-gerak ketika pesawat akan take off.saya tahu karena saya udah beberapa kali naik pesawat dan duduk di dekat bagian sayap pesawat. mungkin benda yang bergerak-gerak inilah yang mengatur tekanan udara disekita sayap pesawat. mengenai aplikas i hukum III newton, setahu saya digunakan dalam gaya adorong roket.
    maaf bila ada kesalahan..saya pribadi asih belajar tentang hal ini…salam kenal..

    Terima kasih ryan, bagian sayap yang anda maksud adalah flap. Fungsinya adalah untuk meningkatkan koefisian lift dari sayap, yaitu dengan cara meningkatkan kelengkungan sayap. Makanya saat takeoff flap diturunkan.

  9. anggavantyo mengatakan:

    ada tugas sekolah ni.. Makasih ya.. Salam dari Angga, di Bogor

  10. christian D mengatakan:

    salam kenal nama saya Christian lulusan diklat penerbangan Jayapura Papua, saya sangat tertarik dengan pesawat udara. menurut yang saya pelajari suatu pesawat udara bisa terangkat (daya angkat/lift) di karenakan bentuk Sayap pesawat yang Aerofoil, dan pada sayap ini berlaku hukum bernouli dimana suatu aliran udara akan selalu tetap apabila tidak mendapat tekanan dari luar. dengan adanya bentuk sayap yang aerofoil maka udara mendapat tekanan yang berbeda dimana bagian bawah sayap mendapat tekanan lebih besar sehingga terjadi daya angkat. Hukum III newton mempelajari aksi dan reaski dimana aksi akan berbanding lurus dengan reaksi. jadi dalam hal ini saya setuju dengan saudara Azki. sebagai contoh Hukum III newton apabila kita mengepalkan tangan dan memukulkan dengan kuat ke tembok sebagai aksi maka reaksi yang di timbulkan tangan kita akan bengkak. semakin kuat kita pukulkan ke tembok semakin besar pula bengkak/memar yang terjadi. jadi bagaimana mungkin pesawat dapat terangkat apabila aksi yang di berikan dari atas di balas sama dengan hasil yang diberikan dari bawah hasilnya adlah nol. tidak ada daya angkat sama sekali. jika ada kekurangan mohon di koreksi. terima kasih !!!

  11. adi mengatakan:

    mas terus terang saya bingung??
    saya cuma mau tanya .. kalo kerapatan udara itu apa?
    kerapatan udara ada perbandingannya ga dengan ketinggian, dalam artian apakah semakin tinggi posisi semakin rapat kerapatan udara ?

    sori kalo ga nyambung,soalnya lagi kepikiran aja…hehehe

  12. didi mengatakan:

    makasih…semua,biar agak ruet tapi setidaknya saya bisa sedikit memberi jawaban pada anak saya yg berumur 3 th yg menanyakan hal itu…makasih banget…….:-D…

  13. afterdark72 mengatakan:

    makasi banyak..
    saya murid sma kelas 3, sudah mau lulus, maunya masuk curug jadi skalian cari-cari informasi tentang pesawat..
    sakali lagi terimakasih…

  14. phin mengatakan:

    kpn w naek pesawat terbang yy ??

  15. ai ita mengatakan:

    kenalkan nama saya aita, guru SD. terimakasih infonya untuk bahan ShowCase saya di Sekolah Fair, walaupun saya baru satu kali naek pesawat terbang.

  16. nino mengatakan:

    tx inpohnya

  17. hafis mengatakan:

    ente-ente pikirin deh tuh caranye pesawat bisa terbang, ampe jambak-jambakan kali. sedangkan orang bule udah dapet uangnye tuh, hayo jangan pade teori berbuat sesuatu dong demi bangsa.kite lagi terpuruk nih.diluar negeri indonesia terkenalnya banyak bom.maaf kalo komen ini bukan diruang yang tepat.

    • yahoo mengatakan:

      @ hafis …bloon ente.. dasar lemot .bagaimana indonesia mau maju…kalau orangnya kaya ente semua ..fikirannya jadul… ente itu pantesnya jd tukang lap sepatunya BJ.HABIBI …

  18. plane fans > mengatakan:

    lumayan bagus untuk buat pr …

    makasih ya .

  19. Aoki mengatakan:

    @hafis : SETUJU….

    Lantas bagaimana dengan WiG/WiSE? apakah termasuk pesawat? atau lebih ke ACV(air cshion vehicle)? ato high speed marine?

  20. Husnul Hafshah Devi mengatakan:

    Saya Husnul, taruni STM Penerbangan Jakarta.

    klu berrdasarkan Ilmu Aerodinamika yg saya pelajari, penyebab pesawat bisa terbang adalah:

    Pesawat memiliki bentuk yang AERODINAMIS, yaitu bentuk yg sedemikian rupa, (seperti airfoil),memiliki sayap, dan diberikan Thrust.

    sehingga ketika diberikan thrust tsb, pesawat akan mengalami, REAKSI AERODINAMIK,
    nah dari REAKSI AERODINAMIK inilah timbul gaya angkat (Lift), yg menyebabkan Pesawat mampu take off(terbang)

    nah selain Gaya Lift dan Thurst yg dibutuhkan pesawt,
    pesawt jga membutuhkan gaya Weight dan Drag agar dapat seimbang dalam Penerbangan.

  21. Bloger mengatakan:

    ok mas azki, thx inpo. Bagus bgt artikelnya :D

  22. hbob mengatakan:

    @Hafis : ini bukan jambak2an or brantem or apalah…smua ini menurut saya cuma suatu diskusi atau saling share pengetahuandari orang2 yg mengerti lebih tentang fisika khusus nya penerbangan. Banyak ilmu baru or hal2 baru yg muncul dari diskusi2 seperti ini

  23. hbob mengatakan:

    thanks a lot buat sharing ilmu nya yah….

  24. hengki mengatakan:

    Perkenalkan saya hengki mahasiswa politeknik negeri padang.Menurut buku yang saya baca tentang bagaimana pesawat bisa terbang dikatakan bahwa “TERNYATA BUKAN BERNAULI,MELAINKAN NEWTON”,penjelasannya sama seperti penjelasan yang diatas.
    Saya ingin bertanya,sebenarnya hukum mana yang benar2 cocok untuk permasalahan di atas.?
    thanks..

  25. hoesnie mengatakan:

    kalau benar “TERNYATA BUKAN BERNAULI,MELAINKAN NEWTON”
    coba terangkan dengan hukum newton:
    1. bagaimana caranya timbul gaya-gaya tersebut!
    2. dari mana asal gaya-gaya yang timbul pada sayap!
    misal gaya angkat (Lift) itu bisa timbul bagaimana dan kenapa..dan gaya yang lainnya.
    3. terakhir kenapa bentuk sayap pesawat beda-beda!
    apakah buku yang temen-temen baca menerangkan ini.
    pastinya berkaitan dengan aliran.dan keduanya benar..
    masih ingat P = F / A kan.. hehehe. kedua ilmuwan tersebut merumuskan pemikirannya sendiri2 dan yang meramunya euler (sapa lagi nieh? newtonnya penerbangan)
    ki lanjutkan kesini klo ada waktu…hehehe
    bagaimana klo bahas yang lebih sederhana dulu…
    kenapa balon bisa terbang? ini g becanda ya, serius mod..ide prinsipnya sama, ya sama2 terbang..
    ki dah kelar ta? apa dah lulus g pernah liat ane, apa gw yang jarang keliatan ya..hehehehe

  26. Thomas mengatakan:

    huoi salam kenal! Aku calon ilmuwan nomer satu di bumi ini.
    silahkan anda berdebat, tapi kalau ada yang mau bersaing dengan ku untuk membuat pesawat terhebat, berusahalah…..!

  27. azki mengatakan:

    Dear all, artikel dari web NASA berikut sepertinya sangat baik dibaca..

    http://www.grc.nasa.gov/WWW/K-12/airplane/bernnew.html

  28. yati mengatakan:

    waduuh…. anakku yg kls V SD tadi pagi nanya… tentang nama bentuk pesawat…. yang bener airfoil, aerofoil, aerofil, atau airofoil sich. mohon di jawab ya…. thanks sebelumnya

  29. yati mengatakan:

    eh … maksudku nama bentuk sayap pesawat…

  30. Aoki mengatakan:

    @Yati : mba’, yang lebih umum adalah “airfoil”,
    wah hebat, rasa ingin tau anak mba’ cukup tinggi..
    salut..

  31. delta mengatakan:

    klo menurut saya dari yang saya pelajari mengapa pesawat bisa terbang ya karena ada pilotnya dong klo ga ada pilot mana mungkin bisa terbang. hehe. canda dikit. menurut yang saya pelajari kenpa pesawat bisa terbang? pertama pada pesawat terbang memiliki 4 gaya

    lift
    thrust drag karena jika thrust=drag atau aksi=reaksi maka tidak akan mempengaruhi pesawat tersebut atau diam begitu juga dengan lift > weight gaya angkat harus lebih besar dari gaya berat jika lift = weight maka pesawat diam. itu yang saya ketahui

  32. delta mengatakan:

    lah ko jadi rancu sih kata2nya padahal penjelasan yang di jelasin kan panjang ko jadi dikit? tu yang diatas maksudnya thrust harus lebih besar dari drag dan lift harus lebih besar dari weight

  33. yati mengatakan:

    Thank’s ya dik Aoki atas bantuan jawabannya. Emang sekolah SD sekarang materi pelajarannya kaya SMA Ibunya dulu. Bahkan ada yg tidak ada di materi SMA. Contohnya ya pertanyaan itu.

  34. yan mengatakan:

    kalau pada pesawat kertas (yang bentuk sayapnya tidak airfoil) ketika diterbangkan, gimana kira2 aplikasi dari hukum bernoulli ini?

  35. Aoki mengatakan:

    betul, daun pintupun jika diberi vertical & horizontal stabilizer dan mesin yang cukup kuat pun tetap dapat terbang, hanya saja efisiensinya menjadi jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan menggunakan airfoil streamline.

  36. febri mengatakan:

    perkenalkan nama saya febri mahasiswa teknik mesin undip,menurut mata kuliah yang saya pelajari yaitu mesin fluida gaya angkat ( lift ) pada pesawat terbang disebabkan karena bentuk sayap yang aerofoil,timbul perbedaan jarak pada bentuk aerofoil tersebut sehingga terjadi gaya angkat,disamping itu terdapat gaya dorong yang dihasilkan oleh turbin gas,sebelum pesawat itu landing pesawat selalu berlawanan dengan arah angin yang membantu terjadinya gaya angkat…
    trims…

  37. Rahma mengatakan:

    salm knal,sy rahma mahasiswi pend.fisika unj. sy mw tny daya angkat pesawat pada pesawat mainan kertas yg ada d dlm terowongan angin (buatan) ditunjukan seperti apa? karena sy mencoba dg sayap datar tapi yang naik hanya bagian dpn pesawat. ap itu sudah mnunjukan daya angkat pesawat? trims..

  38. Aoki mengatakan:

    salam..
    saya coba jelaskan sedikit, fenomena yang terjadi pada pesawat kertas itu adalah wajar.
    Pada dasarnya sayap pesawat (dalam hal ini yang menghasilkan gaya angkat) tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan komponen penunjang yang lain, yaitu stabilisator yang pada umumnya terletak pada bagian belakang atau ekor pesawat (berupa vertical stabilizer/fin dan horizontal stabilizer). Dan setiap jenis penampang airfoil mempunyai karakteristik yang berbeda (seperti letak titik berat, letak pusat tekanan, letak pusat gaya angkat/center of gravity, dsb).
    Kemungkinan terbesar yang terjadi pada pesawat kertas tadi ada pada keseimbangan dan trim dari pesawat itu sendiri yang masih belum tepat.

    • aldhy mengatakan:

      salam kenal untuk aoki saya aldhy, boleh saya bantu tentang bgmn terjadinya gaya angkat pd pswt terbang, selain yg anda sebutkan tadi hal ini dibantu juga dengan luasnya permukaaan sayap pada saat akan take off/landing. krn semakin luas sayap, maka gaya angkat akan terjadi dibantu dengan tenaga dari engine itu sendiri.

  39. Aoki mengatakan:

    NB;
    ..pesawat kertas pada umunya menggunakan konsep sayap delta (tanpa horizontal stabilizer), dan konsep ini membutuhkan angel of attack atau sudut serang yang relatif lebih besar di jika dibandingkan dengan model konvensional.

    @Rahma : by the way, dari unjani mana? cimahi atau bandung? sy jg dr unjani.., salam.

  40. ardy mengatakan:

    Thanks ya info, dan ilmunya
    Sangat membantu pelajaran saya.

  41. Amri mengatakan:

    Salam kenal,nama saya Amri x siswa dari Jambi.Saya sangat tertarik dengan percobaan pesawat terbang bermesin tunggal tenaga baterai 7.5 volt rakitan saya sendiri.Namun saya selalu gagal.
    sudah saya coba mengurangi beban body pesawat,sayap,dan ekor sayap yg saya usahakan agar udara memaksa belakang pesawat terangkat.namun masi juga gagal.
    Adakah yg bisa memberikan solusi kepada saya dalam bentuk Gambar Demo,grafik,dan rumus-rumus yg dipakai.Termasuk rumus ttg tekanan angin yg di hasilkan melalui sebuah baling-baling.
    jika ada,tolong untuk mengirimnya melalui web q”www.jy_had_q@yahoo.co.id”
    trims banyak.

  42. evan mengatakan:

    salam kenal, nama saya evan siswa dari bandung. saya sangat tertarik dengan gaya angkat pesawat terbang yang disebabkan oleh bentuknya. banyak yang membuat saya bingung salah satunya adalah
    1. apakah kekentalan mempengaruhi cara kerja pesawat terbang.
    2. bagaimana menerapkan hukum III newton dalam hal membuat pesawat terbang.
    mohon bantuannya untuk di jawab. bolehkah saya meminta alamat e-mail untuk berdiskusi.

  43. awal mengatakan:

    ass….
    saya mau nanya….. apakah horisontal stbilizer di rancang berbentuk aifoil….??
    dan kenapa horisontal stbilizer di rancang lebih kecil??

  44. hardiansyah mengatakan:

    menurut saya pesawat terbang bisa terbang dikarenakan mesin pesawat yang semakin cepat melaju dan menyebabkan sayap – sayap pesawat mengangkan dan membawa seluruh badan pesawat terbang (ke atmosfir) dan di udara sayap pesawat yang akan menjaga kestabilan pesawat dan mesin (engine) akan menjaga tinggi / rendahnya udara kepada badan pesawat.
    terima kasih bila ada yang membaca tulisan saya

  45. arzizal ardhi mengatakan:

    sebelumnya perkenalkan , saya seorang mahasiswa bukan dari jurusan fisika tetapi pada saat sma saya senang sekali dengan fisika. kalau menurut ilmu fisika yang telah saya pelajari di bangku sma , daya angkat pesawat disebabkan karena adanya perbedaan tekanan dari sayap pesawat . tekanan dibawah sayap lebih besar dari pada di atas sayap pesawat , hal ini diakibatkan oleh kecepatan aliran udara di atas sayap pesawat lebih besar , kecepatan aliran udara lebih besar karena bentuk dari sayap pesawat sedemikian rupa sehingga bila dibandingkan dengan yang bawah maka panjang lintasan aliran udara lebih besar sayap bagian sayap yang atas (karena S=v.t maka dengan waktu yang sama kecepatan bagian sayap atas lebih besar). hal tersebut mendukung hukum bernaulli (bila kecepatan aliran besar , maka tekanan kecil) dari pada hukum newton III yang menjelaskan resultan gaya = 0 karena gaya reaksi = gaya aksi. kalau saja dapat dijelaskan dengan hukum newton III , yang jadi pertannyaan saya apakah pesawat dapat begerak ke atas sedangkan resultan gaya nol ???

  46. patar mengatakan:

    hy…… Guys sbenarnya ksmpulannya hkm brnoulli n newton iii berlaku.. Tapi menurut saya yg paling kena hkm brnoulli.

  47. zpetnas mengatakan:

    saya heran mengapa mas-mas diatas saling berdebat masalah hukum bernauli ato hukum newton 3 yang paling berpengaruh menghasilkan lift pada sayap, menurut saya ke 2 hukum ini memang bekerja dan terjadi pada sayap. hukum newton 3 berlaku saat pesawat berada di darat saat melakukan take off , sementara hukum bernauli bekerja saat pesawat berada di udara…. karena kalau di udara tidak ada hal yang mendukung hukum newton 3… karena aliran udara mengalir di ruang bebas sementara pesawat dapat tetap melaju dengan adanya thrust pada mesin pesawat..

  48. alexander mengatakan:

    wah seru juga…dan memberikan pencerahan atas keingintahuan saya

  49. bayu mengatakan:

    wah tambah wawasan nui gw
    ty infonya gan

  50. Pemuda bangsa mengatakan:

    Pesawat Mendarat…<<<< !!, Sebelum Vs Sesudahnya

    mengapa pesawat tempur waktu landing ke kapal induk, bukan rem yang diinjak, melainkan membuka throttle selebar mungkin….ada hubungannya sama Hukum newton III ga' ya…????

  51. imanisa sammir mengatakan:

    waah bagus bagus…. rasa ingin tahu saya tentang bagaimana pesawat bisa terangkat di udara ?
    ehehehe.. thx infonya admin :)

  52. Dimas andriawan mengatakan:

    Perkenalkan saya dimas dari smkn 12 bandung
    lbih d knal stmn penerbangan bdg

    mnurut ilmu yg sya dpt sbnarna pengaplikasian hkum fisika tdak hnya bernoulli, newton
    tapi masih bnyak
    kya efek coanda
    pascal dll
    pstwt bsa trbang karena ada 4 gya yg bkerja
    yaitu lift,drag,trust,weight
    slanjutnya jg brhubungan dg artikel d atas
    karna struktur airfoil pd wing
    dan dorongan dri engine
    klo mau sharing k fb sy aj
    dimas.andriawan@yahoo.com
    sklian promosi fb
    hehe

    • arpan mengatakan:

      salam kenal semuanya
      sebenarnya hukum2 diatas terpakai semua di dalam pesawat,tinggal pada saat bagaimana dan kondisinyaa.karena semuanya saling berhubungan.misalanya pada saat take off membutuhkan daya lift yg tinggi dikarenakan blm terciptanya percepatan,pada saat cruise tidak banyak membutuhkan daya lift sedangkan pada saat landing mengurangi daya lift agar pesawat dapat turun.dari semua itu semua besaran dipakai hanya besarannya saja yg ditambah atau dikurangi sehingga menciptakan pesawat terbang dengan stabil.

  53. arrivan mengatakan:

    Saya pikir terlalu banyak teori malah tambah puyeng, mendingan kita coba buat pesawat modelnya. Dari situ kita bisa analisa sambil praktek. Coba surfing ke http://www.gaero.org

  54. umar mengatakan:

    kalau boleh nanya ,
    saat pesawat diam dan mulai berjalan pelan menuju landsan pacu,roda pesawat bergerak maju di gerakan oleh apa ya,apakah tenaga dorong mesin pesawat atau memang ada system penggerak roda tersendiri? thx u

  55. wiyanggri habibullah mengatakan:

    ass sy anggi lulusan LpppI Surabaya ( sekolah penerbangan )
    dari yg sy pelajari dari sekolah, pesawat bisa terbang karena mempunyai 4 gaya yaitu trush, lift, drag, weigth.
    dan dari bahasan di atas hukum newton III dan bernouli, keduanya di pakai di pesawat terbang. contohnya semakin tinggi trush maka semakin besar drag itu adl hukum newton, dan hukum bernouli terjadi di sayap pesawat, tekanan akan berbanding terbalik dengan kecepatan aliran, aliran udara dari permukaan atas sayap lebih kecil tekanannya dari pada tekanan di bawah permukaan bawah sayap, seperti yg di katakan mas azki itu benar sekali.
    jadi yg paling mempengaruhi pesawat bisa terbang itu adalah hukum bernouli. jika di pakai hukum newton III semakin tinggi trush semakin besar weight dan lift tdk akan bekerja
    maaf jika ada salah” kata atau penjelasanya agak membingungkan mohon maaf

  56. Eddy mengatakan:

    bro, saya kebetulan orang yang suka dengan dunia penerbangan, tapi kebetulan juga (nasib kalee) gak punya latar belakang pendidikan yang terkait dengan dunia terbang. ingin tanya ada gak sih ulasan/tutorial yang menyangkut cara membuat propeller alias baling-baling pesawat terbang + cara itung-itunganya. he..he…he… makasih ya.

  57. Nabil mengatakan:

    Assalamualaikum hanya sekedar share, gua Nabil..

    kalo menurut yang gua baca, hukum Bernaulli dipakai untuk gaya angkat pesawat terbang (karna ada gaya berat pada pesawat terbang so pasti harus ada gaya angkat).

    sedangkan hukum Newton III dipakai pada turbojet/turboprop/turbofan untuk menghasilkan daya dorong pada pesawat terbang. (karna ada gaya hambat udara/ gangguan so pasti harus ada gaya dorong) nah gaya dorong itu dihasilkan oleh jet engine seperti turbojet/turboprop/ramjet/dll

    karena adanya gaya dorong (propulsi) pesawat terbang makanya pesawat memiliki kecepatan, dari kecepatan tadi diolah oleh sayap pesawat untuk menghasilkan gaya angkat pesawat terbang..

    itu dia kenapa pesawat sebelum terbang harus lepas landas dulu, agar mencapai kecepatan yang cukup untuk menghasilkan gaya angkat..

    hehe maaf kalo ada salah, lagi belajar…

  58. Firmansyah Tanjung mengatakan:

    min numpang nanya, pada rumus lift itu kan ada v kuadrat bisa tolong dijelasin asal’a (asal kuadrat’a yg saya maksudkan) darimana gak dan 1/2 rho itu asal’a drimana???

  59. REGGA DARUNO mengatakan:

    pesawat bisa terbang karena mempunyai 4 gaya yaitu:
    1.LIFT : gaya angkat yg di sebabkan oleh airfoil
    2. DRAG: gaya hambat , yg di sebabkan oleh udara yg berlawanan
    3. thurst: gaya dorong , yg di sebabkan oleh engine ( mesin )
    4. weight : gaya berat , yg di sebabkan oleh gravitasi bumi

    dan airfoil adalah bentuk wing (sayap) pesawat yg berbentuk oval . sehingga pesawat bisa terangkat .

    trims ( fb :M REGGA DARUNO)

    SMK PENERBANGAN ANGKASA BOGOR

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: